Jumat, 24 April 2015

SKJ 2008

Senam Kesegaran Jasmani atau sering disingkat dengan SKJ adalah senam massal yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Senam ini biasanya diiringi oleh lagu berirama dari berbagai provinsi yang diaransemen ulang dan biasanya dilakukan oleh sekelompok peserta besar. SKJ biasa dilakukan di tempat-tempat umum di Indonesia di hari-hari tertentu dalam satu minggu, yaitu hari Jumat pagi. Senam ini beserta musik yang mengiringinya menjadi sangat populer pada tahun '80-an dan '90-an saat masa pemerintahan Orde Baru. Perbedaan dengan Senam Pagi Indonesia

Seri Senam Pagi Indonesia (SPI) diperkenalkan di akhir '70-an dengan SPI seri A, B, C, dan D untuk anak-anak sekolah. Senam Kesegaran Jasmani diperkenalkan pada awal 1984 berdasarkan Surat Perintah Menpora untuk diajarkan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Daftar Senam Kesegaran Jasmani Indonesia:
1.     SKJ '84
Lagu pengiring diaransemen oleh Nortier Simanungkalit [1]
2.    SKJ '88
Lagu pengiring diaransemen oleh Januar Ishak. Satu seri berdurasi sekitar 5 menit.
3.    SKJ '93
Lagu pengiring diaransemen oleh Januar Ishak. Satu seri berdurasi 12 menit 9 detik untuk versi satu seri, berisi PemanasanInti, dimulai dari lagu:
b.    Jali Jali (Jakarta)
e.    Rasa Sayange (Maluku)
4.    SKJ '94
Lagu pengiring sama dengan SKJ 93, hanya diberi hitungan.
5.    SKJ Usia SD '96
Diaransemen oleh FX Sutopo, berisi PemanasanIntiPendinginan, dan Pelemasan, durasi sekitar 10 menit.
6.    Senam Sajojo
Diiringi dengan lagu Sajojo dari Papua.
7.    Senam Poco - Poco
Diiringi dengan lagu Poco-Poco dari Sulawesi Utara.
8.    Senam Kubro Siswo
Diiringi dengan lagu dan gerakan dari hasil penyerapan tarian adat Jawa yaitu tari Kubro Siswo. Musik identik dengan beduk, terompet, dan gamelan.
9.    Senam Ayo Bersatu Beni
10.  Senam Lansia
Biasanya diikuti oleh peserta yang sudah lanjut usia atau tidak memiliki kemampuan fisik normal dan sehat seperti anak muda.

Berikut ini adalah cara senam SKJ:
1)     LATIHAN SIKAP SIAP
i)     Badan tegap dengan bahu rileks. Kedua tangan lurus di samping badan serta pandangan lurus ke depan. Kedua aki lurus dengan tumit rapat serta ujung kaki menghadap serong
2)    LATIHAN PEMANASAN
i)     Jalan di tempat
ii)    Gerakan kepala. Menoleh ke kanan - kiri, menunduk - menengadah, serta gerakan memutar searah jarum jam dan sebaliknya
iii)   Gerakan bahu
iv)   Gerakan lengan dan punggung bagian atas
v)    Gerakan tekuk lengan, kaki bertumpu pada tumit
vi)   Gerakan lengan, bahu, dada, tungkai
vii) Gerakan peregangan dinamis otot samping badan
viii)        Gerakan peregangan statis
3)    LATIHAN GERAKAN PERALIHAN
i)     Gerakan jalan, tepuk tangan, maju - mundur
4)    LATIHAN GERAKAN INTI
i)     Gerakan meluruskan dan menekuk lengan
ii)    Gerakan memanah, mengayun lengan, mengangkat kaki
iii)   Gerakan meluruskan dan menarik lengan
iv)   Gerakan koordinasi gerakan tangan dengan kaki
v)    Gerakan mambo (cha - cha)
5)    LATIHAN GERAKAN PEREGANGAN
i)     Gerakan peregangan dinamis
ii)    Gerakan peregangan statis

Manfaat:
1.     Dalam pemanasan SKJ 2008 menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis, agar dapat melaksanakan latihan gerakan SKJ 1988 dengan baik dan benar.
2.    Menaikkan / meningkatkan suhu tubuh secara bertahap.
3.    Meningkatkan koordinasi otot dan persendian.
4.    Mengurangi risiko cidera.
5.    Memenuhi keinginan bergerak.
6.    Memberikan rangsangan pertumbuhan pada tubuh
7.    Musik yang digunakan cukup bagus dan menggugah semangat
8.    Menguatkan persendian lutut.
9.    Menguatkan otot tungkai atas, bawah, dan kaki.
10.  Meregangkan otot bahu
11.   Membuka nafas melalui gerakan tangan yang luas
12.  Melatih kelincahan tungkai atas, bawah, kaki
13.  Menggugah semangat kerja otot
14.  Melancarkan peredaran darah
15.  Mengulur otot lengan  atas
16.  Mengulur otot lengan bawah
17.  Memadukan selaras gerak antara tangan dan kaki
18.  Dalam pendinginan  mengatur nafas menjadi lebih teratur dan santai
19.  Melemaskan dan mengembalikan sendi bahu yang sebelumnya terus digerakkan.
20. Menurunkan suhu badan melalui pendinginan
21.  Meningkatkan fungsi jantung. Dengan menaikkan detak jantung Anda selama minimal 20 menit, Anda meningkatkan daya tahan dan kekuatan.
22. Meningkatkan kinerja paru-paru. paru-paru Anda seperti bagian lain dari tubuh Anda, Aerobik membantu untuk memperluas paru-paru dan meningkatkan stamina dan kekuatan.
23. Menjaga jantung dan paru-paru bekerja dengan baik adalah hal yang terpenting untuk dapat menguasai latihan berat tertentu. Setelah daya tahan Anda dibangun, akan lebih mudah untuk menyelesaikan latihan Anda dalam jumlah yang relatif singkat.
24. Membantu Anda untuk menurunkan berat badan. SKJ 2008 memungkinkan tubuh Anda untuk membakar lemak dengan meningkatkan denyut jantung Anda. Sebagai sinyal tubuh Anda stres,
25. SKJ 2008 meningkatkan koordinasi Anda. Terutama saat kita usia muda, koordinasi penting untuk gaya hidup sehat. Kegiatan SKJ 2008 adalah cara yang bagus untuk membuat pikiran, koneksi tubuh roh.
26. Memupuk keberanian dan kepercayaan diri
27. Memupuk rasa tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat
28. Memupuk kesanggupan bekerja sama
29. Membantu Anda untuk menurunkan berat badan.
30. SKJ 2008 membuat Anda terlihat seksi. Ketika Anda membakar lemak dan menurunkan berat badan, Anda akan melihat bahwa tubuh Anda sedang mencari lebih seksi dari sebelumnya.
31.  SKJ 2008 adalah cara yang bagus untuk tetap sehat. Itu karena mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
32. Melawan depresi. SKJ 2008 yang dilakukan teratur telah dikenal untuk meningkatkan mood seseorang dan membantu membendung efek depresi. Tidak hanya peningkatan denyut jantung Anda memperbaiki mood Anda, kegiatan aerobik dapat menyenangkan.
33. Tidak terpengaruh oleh cuaca
34. Tidak membutuhkan trek / lintasan yang panjang

Kelemahan:
1.     Dalam pemanasan terlalu dominan untuk gerakan tangan
2.    Dalam pemanasan, pinggang kurang digerakkan
3.    Pergantian irama gerak antara pemanasan dan inti kurang bertahap
4.    Gerakannya yang kompleks menyulitkan pada pemula untuk menghafal gerakan tersebut
5.    Terlalu membutuhkan konsentrasi yang tinggi

6.    Kejenuhan dapat muncul karena tempat yang menetap

Poco Poco

POCO POCO
da senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur ge

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Tari poco-poco adalah tarian yang relatif mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, sering juga kita melihat, tari poco-poco dijadikan semacam senam oleh murid-murid sekolah di Indonesia.
Gerakan dasar tari poco-poco relatif mudah. Dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke empat penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula.
Saat ini, tari poco-poco telah berkembang sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka macam. Sahabat mungkin sudah pernah mendengar berbagai versi iringan musiknya, dari dangdut, house music (disko), juga cha-cha.
Olahraga hingga Hiburan Tentara

Selain untuk olahraga, musiknya yang ceria membuat poco-poco sering digunakan pada berbagai macam event yang ada. Beberapa kalangan memanfaatkan poco-poco sebagai alat penghubung dan pengerat hubungan diplomasi antara Indonesia dengan negara asing. Bahkan, katanya, sebelum menjadi populer seperti saat ini, poco-poco juga sering dibawakan oleh pasukan tentara yang bertugas di Ambon sebagai alat untuk memperkuat persatuan. Poco-poco ditarikan sebagai salah satu cara menghibur diri pula ketika bertugas.
Keragaman ini mungkin disebabkan oleh kemudahan poco-poco dalam ditarikan. Tidak seperti tarian tradisional lainnya. Dan, terlepas dari semuanya, hal paling penting yang ingin didapatkan dari tari poco-poco ini adalah rasa gembira serta perasaan yang lebih segar.
Tarian Poco-Poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu pada tarian ini dapat kita jumpai gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia. Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an. Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Tarian Poco-Poco lalu mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat pada saat stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. Lagu Poco-Poco diciptakan oleh pencipta lagu berkebangsaan Indonesia asli Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama kala itu bernama Yopie Latul. Kaset atau CD lagu Poco-Poco pun disertai dengan gambar gerakan senam Poco-Poco. Asal Usul Penamaan Poco-Poco : Ada cerita unik tersendiri di balik terciptanya lagu Poco-Poco ini. Semua berawal dari sebuah pesta dan jamuan makan yang dihadiri oleh sang pencipta lagu, Arie Sapulette. Kala itu, Arie Sapulette terpikat pada seorang gadis yang sedang membawakan tarian tradisional daerah Yospan, Papua dan Wayase, Ambon. Spontan ia pun membuat sebuah lirik lagu dari melodi gendang yang mengiringi tarian sang gadis tersebut. Dan keterpikatannya pada gadis tersebut pun tercermin dari lirik lagu Poco-Poco yang berbunyi: Balenggang pata pata Ngana pe goyang pica pica Ngana pe bodi poco poco Cuma ngana yang kita cinta Cuma ngana yang kita sayang Cuma ngana suka bikin pusing Yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti: Jalan berlenggak lenggok Goyangan badanmu gemulai Bentuk tubuhmu indah berisi Hanya kamu yang aku cinta Hanya kamu yang aku sayang Hanya kamu suka buat aku pusing Arie Sapulette begitu terpikat dengan kegemulaian dan kelincahan gadis penari tersebut dalam membawakan tarian sehingga secara spontan ia megeluarkan kata poco poco. Dan sejak saat itu, tarian dengan melodi rentak gendang seperti yang dibawakan oleh gadis tersebut dinamakan Tari Poco-Poco. Setelah Arie pindah ke Jakarta pada tahun 1995, lagu yang ia gubah tersebut mulai populer ke seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul. Gerakan Tarian Poco-Poco Gerakan dasar Tari Poco-Poco relatif cukup mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, saking digemarinya, Tari Poco-Poco lalu dijadikan semacam senam irama oleh murid-murid sekolah di Indonesia. Gerakan tarian Poco-Poco adalah dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula. Saat ini, Tarian Poco-Poco telah berkembang dengan pesat sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka ragam, dari iringan musik Poco-Poco versi dangdut, house music (disko) sampai cha-cha. Kontroversi Pengharaman Tarian Poco-Poco di Malaysia Beberapa waktu yang lalu, Tarian Poco-Poco kembali mendapat perhatian luas setelah pernyataan sepihak negara tetangga kita yang memfatwakan haramnya Tarian Poco-Poco ini. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa Tarian Poco-Poco bukanlah berasal dari Indonesia melainkan dari Philipina. Tarian ini juga dikatakan ditarikan oleh umat Kristiani di sana sebagai prosesi ibadah mingguan yang tercermin dalam gerakannya yang membentuk tanda salib. Namun fatwa haram tersebut sebenarnya sangat tidak berdasar. Dikatakan sangat tidak berdasar karena menilik sejarah dan asal-usulnya, tarian ini adalah jelas tarian asli dari budaya Indonesia. Dibuktikan dengan tarian ini sudah ditarikan sejak lama terutama di daerah Timur Indonesia. Gerakan yang dibuat pun sama sekali tidak membentuk tanda salib melainkan membentuk delapan penjuru mata angin. Selain itu, fatwa tersebut tidak datang dari badan resmi yang boleh mengeluarkan fatwa halal haram melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyampaikan pesan tersebut melalui pesan berantai dalam email. Dari email tersebut, pesan ini kemudian meluas melalui blog-blog pribadi dan media-media online di sana. Untungnya fatwa haram tersebut tetap tidak dapat menghentikan perkembangan Tarian Poco-Poco yang kini juga mulai populer ke berbagai penjuru belahan dunia. Terbukti kini Tarian Poco-Poco mulai populer di Negara-Negara Eropa seperti Swedia, Belanda, Jerman dan lainnya. Namun sayangnya kini Tarian Poco-Poco lambat laun mulai kehilangan kepopulerannya di tempat asalnya sendiri, Indonesia. Terbukti generasi muda kini justru lebih menyukai tarian asing seperti breakdance dan tarian bernuansa hip-hop lainnya. Padahal sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemilik tarian ini untuk melestarikannya agar tidak kemudian dilupakan

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Tarian Poco-Poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu pada tarian ini dapat kita jumpai gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia. Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an. Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Tarian Poco-Poco lalu mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat pada saat stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. Lagu Poco-Poco diciptakan oleh pencipta lagu berkebangsaan Indonesia asli Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama kala itu bernama Yopie Latul. Kaset atau CD lagu Poco-Poco pun disertai dengan gambar gerakan senam Poco-Poco. Asal Usul Penamaan Poco-Poco : Ada cerita unik tersendiri di balik terciptanya lagu Poco-Poco ini. Semua berawal dari sebuah pesta dan jamuan makan yang dihadiri oleh sang pencipta lagu, Arie Sapulette. Kala itu, Arie Sapulette terpikat pada seorang gadis yang sedang membawakan tarian tradisional daerah Yospan, Papua dan Wayase, Ambon. Spontan ia pun membuat sebuah lirik lagu dari melodi gendang yang mengiringi tarian sang gadis tersebut. Dan keterpikatannya pada gadis tersebut pun tercermin dari lirik lagu Poco-Poco yang berbunyi: Balenggang pata pata Ngana pe goyang pica pica Ngana pe bodi poco poco Cuma ngana yang kita cinta Cuma ngana yang kita sayang Cuma ngana suka bikin pusing Yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti: Jalan berlenggak lenggok Goyangan badanmu gemulai Bentuk tubuhmu indah berisi Hanya kamu yang aku cinta Hanya kamu yang aku sayang Hanya kamu suka buat aku pusing Arie Sapulette begitu terpikat dengan kegemulaian dan kelincahan gadis penari tersebut dalam membawakan tarian sehingga secara spontan ia megeluarkan kata poco poco. Dan sejak saat itu, tarian dengan melodi rentak gendang seperti yang dibawakan oleh gadis tersebut dinamakan Tari Poco-Poco. Setelah Arie pindah ke Jakarta pada tahun 1995, lagu yang ia gubah tersebut mulai populer ke seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul. Gerakan Tarian Poco-Poco Gerakan dasar Tari Poco-Poco relatif cukup mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, saking digemarinya, Tari Poco-Poco lalu dijadikan semacam senam irama oleh murid-murid sekolah di Indonesia. Gerakan tarian Poco-Poco adalah dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula. Saat ini, Tarian Poco-Poco telah berkembang dengan pesat sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka ragam, dari iringan musik Poco-Poco versi dangdut, house music (disko) sampai cha-cha. Kontroversi Pengharaman Tarian Poco-Poco di Malaysia Beberapa waktu yang lalu, Tarian Poco-Poco kembali mendapat perhatian luas setelah pernyataan sepihak negara tetangga kita yang memfatwakan haramnya Tarian Poco-Poco ini. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa Tarian Poco-Poco bukanlah berasal dari Indonesia melainkan dari Philipina. Tarian ini juga dikatakan ditarikan oleh umat Kristiani di sana sebagai prosesi ibadah mingguan yang tercermin dalam gerakannya yang membentuk tanda salib. Namun fatwa haram tersebut sebenarnya sangat tidak berdasar. Dikatakan sangat tidak berdasar karena menilik sejarah dan asal-usulnya, tarian ini adalah jelas tarian asli dari budaya Indonesia. Dibuktikan dengan tarian ini sudah ditarikan sejak lama terutama di daerah Timur Indonesia. Gerakan yang dibuat pun sama sekali tidak membentuk tanda salib melainkan membentuk delapan penjuru mata angin. Selain itu, fatwa tersebut tidak datang dari badan resmi yang boleh mengeluarkan fatwa halal haram melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyampaikan pesan tersebut melalui pesan berantai dalam email. Dari email tersebut, pesan ini kemudian meluas melalui blog-blog pribadi dan media-media online di sana. Untungnya fatwa haram tersebut tetap tidak dapat menghentikan perkembangan Tarian Poco-Poco yang kini juga mulai populer ke berbagai penjuru belahan dunia. Terbukti kini Tarian Poco-Poco mulai populer di Negara-Negara Eropa seperti Swedia, Belanda, Jerman dan lainnya. Namun sayangnya kini Tarian Poco-Poco lambat laun mulai kehilangan kepopulerannya di tempat asalnya sendiri, Indonesia. Terbukti generasi muda kini justru lebih menyukai tarian asing seperti breakdance dan tarian bernuansa hip-hop lainnya. Padahal sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemilik tarian ini untuk melestarikannya agar tidak kemudian dilupakan

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Tarian Poco-Poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu pada tarian ini dapat kita jumpai gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia. Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an. Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Tarian Poco-Poco lalu mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat pada saat stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. Lagu Poco-Poco diciptakan oleh pencipta lagu berkebangsaan Indonesia asli Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama kala itu bernama Yopie Latul. Kaset atau CD lagu Poco-Poco pun disertai dengan gambar gerakan senam Poco-Poco. Asal Usul Penamaan Poco-Poco : Ada cerita unik tersendiri di balik terciptanya lagu Poco-Poco ini. Semua berawal dari sebuah pesta dan jamuan makan yang dihadiri oleh sang pencipta lagu, Arie Sapulette. Kala itu, Arie Sapulette terpikat pada seorang gadis yang sedang membawakan tarian tradisional daerah Yospan, Papua dan Wayase, Ambon. Spontan ia pun membuat sebuah lirik lagu dari melodi gendang yang mengiringi tarian sang gadis tersebut. Dan keterpikatannya pada gadis tersebut pun tercermin dari lirik lagu Poco-Poco yang berbunyi: Balenggang pata pata Ngana pe goyang pica pica Ngana pe bodi poco poco Cuma ngana yang kita cinta Cuma ngana yang kita sayang Cuma ngana suka bikin pusing Yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti: Jalan berlenggak lenggok Goyangan badanmu gemulai Bentuk tubuhmu indah berisi Hanya kamu yang aku cinta Hanya kamu yang aku sayang Hanya kamu suka buat aku pusing Arie Sapulette begitu terpikat dengan kegemulaian dan kelincahan gadis penari tersebut dalam membawakan tarian sehingga secara spontan ia megeluarkan kata poco poco. Dan sejak saat itu, tarian dengan melodi rentak gendang seperti yang dibawakan oleh gadis tersebut dinamakan Tari Poco-Poco. Setelah Arie pindah ke Jakarta pada tahun 1995, lagu yang ia gubah tersebut mulai populer ke seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul. Gerakan Tarian Poco-Poco Gerakan dasar Tari Poco-Poco relatif cukup mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, saking digemarinya, Tari Poco-Poco lalu dijadikan semacam senam irama oleh murid-murid sekolah di Indonesia. Gerakan tarian Poco-Poco adalah dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula. Saat ini, Tarian Poco-Poco telah berkembang dengan pesat sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka ragam, dari iringan musik Poco-Poco versi dangdut, house music (disko) sampai cha-cha. Kontroversi Pengharaman Tarian Poco-Poco di Malaysia Beberapa waktu yang lalu, Tarian Poco-Poco kembali mendapat perhatian luas setelah pernyataan sepihak negara tetangga kita yang memfatwakan haramnya Tarian Poco-Poco ini. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa Tarian Poco-Poco bukanlah berasal dari Indonesia melainkan dari Philipina. Tarian ini juga dikatakan ditarikan oleh umat Kristiani di sana sebagai prosesi ibadah mingguan yang tercermin dalam gerakannya yang membentuk tanda salib. Namun fatwa haram tersebut sebenarnya sangat tidak berdasar. Dikatakan sangat tidak berdasar karena menilik sejarah dan asal-usulnya, tarian ini adalah jelas tarian asli dari budaya Indonesia. Dibuktikan dengan tarian ini sudah ditarikan sejak lama terutama di daerah Timur Indonesia. Gerakan yang dibuat pun sama sekali tidak membentuk tanda salib melainkan membentuk delapan penjuru mata angin. Selain itu, fatwa tersebut tidak datang dari badan resmi yang boleh mengeluarkan fatwa halal haram melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyampaikan pesan tersebut melalui pesan berantai dalam email. Dari email tersebut, pesan ini kemudian meluas melalui blog-blog pribadi dan media-media online di sana. Untungnya fatwa haram tersebut tetap tidak dapat menghentikan perkembangan Tarian Poco-Poco yang kini juga mulai populer ke berbagai penjuru belahan dunia. Terbukti kini Tarian Poco-Poco mulai populer di Negara-Negara Eropa seperti Swedia, Belanda, Jerman dan lainnya. Namun sayangnya kini Tarian Poco-Poco lambat laun mulai kehilangan kepopulerannya di tempat asalnya sendiri, Indonesia. Terbukti generasi muda kini justru lebih menyukai tarian asing seperti breakdance dan tarian bernuansa hip-hop lainnya. Padahal sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemilik tarian ini untuk melestarikannya agar tidak kemudian dilupakan.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Tarian Poco-Poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu pada tarian ini dapat kita jumpai gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia. Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an. Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Tarian Poco-Poco lalu mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat pada saat stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. Lagu Poco-Poco diciptakan oleh pencipta lagu berkebangsaan Indonesia asli Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama kala itu bernama Yopie Latul. Kaset atau CD lagu Poco-Poco pun disertai dengan gambar gerakan senam Poco-Poco. Asal Usul Penamaan Poco-Poco : Ada cerita unik tersendiri di balik terciptanya lagu Poco-Poco ini. Semua berawal dari sebuah pesta dan jamuan makan yang dihadiri oleh sang pencipta lagu, Arie Sapulette. Kala itu, Arie Sapulette terpikat pada seorang gadis yang sedang membawakan tarian tradisional daerah Yospan, Papua dan Wayase, Ambon. Spontan ia pun membuat sebuah lirik lagu dari melodi gendang yang mengiringi tarian sang gadis tersebut. Dan keterpikatannya pada gadis tersebut pun tercermin dari lirik lagu Poco-Poco yang berbunyi: Balenggang pata pata Ngana pe goyang pica pica Ngana pe bodi poco poco Cuma ngana yang kita cinta Cuma ngana yang kita sayang Cuma ngana suka bikin pusing Yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti: Jalan berlenggak lenggok Goyangan badanmu gemulai Bentuk tubuhmu indah berisi Hanya kamu yang aku cinta Hanya kamu yang aku sayang Hanya kamu suka buat aku pusing Arie Sapulette begitu terpikat dengan kegemulaian dan kelincahan gadis penari tersebut dalam membawakan tarian sehingga secara spontan ia megeluarkan kata poco poco. Dan sejak saat itu, tarian dengan melodi rentak gendang seperti yang dibawakan oleh gadis tersebut dinamakan Tari Poco-Poco. Setelah Arie pindah ke Jakarta pada tahun 1995, lagu yang ia gubah tersebut mulai populer ke seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul. Gerakan Tarian Poco-Poco Gerakan dasar Tari Poco-Poco relatif cukup mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, saking digemarinya, Tari Poco-Poco lalu dijadikan semacam senam irama oleh murid-murid sekolah di Indonesia. Gerakan tarian Poco-Poco adalah dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula. Saat ini, Tarian Poco-Poco telah berkembang dengan pesat sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka ragam, dari iringan musik Poco-Poco versi dangdut, house music (disko) sampai cha-cha. Kontroversi Pengharaman Tarian Poco-Poco di Malaysia Beberapa waktu yang lalu, Tarian Poco-Poco kembali mendapat perhatian luas setelah pernyataan sepihak negara tetangga kita yang memfatwakan haramnya Tarian Poco-Poco ini. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa Tarian Poco-Poco bukanlah berasal dari Indonesia melainkan dari Philipina. Tarian ini juga dikatakan ditarikan oleh umat Kristiani di sana sebagai prosesi ibadah mingguan yang tercermin dalam gerakannya yang membentuk tanda salib. Namun fatwa haram tersebut sebenarnya sangat tidak berdasar. Dikatakan sangat tidak berdasar karena menilik sejarah dan asal-usulnya, tarian ini adalah jelas tarian asli dari budaya Indonesia. Dibuktikan dengan tarian ini sudah ditarikan sejak lama terutama di daerah Timur Indonesia. Gerakan yang dibuat pun sama sekali tidak membentuk tanda salib melainkan membentuk delapan penjuru mata angin. Selain itu, fatwa tersebut tidak datang dari badan resmi yang boleh mengeluarkan fatwa halal haram melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyampaikan pesan tersebut melalui pesan berantai dalam email. Dari email tersebut, pesan ini kemudian meluas melalui blog-blog pribadi dan media-media online di sana. Untungnya fatwa haram tersebut tetap tidak dapat menghentikan perkembangan Tarian Poco-Poco yang kini juga mulai populer ke berbagai penjuru belahan dunia. Terbukti kini Tarian Poco-Poco mulai populer di Negara-Negara Eropa seperti Swedia, Belanda, Jerman dan lainnya. Namun sayangnya kini Tarian Poco-Poco lambat laun mulai kehilangan kepopulerannya di tempat asalnya sendiri, Indonesia. Terbukti generasi muda kini justru lebih menyukai tarian asing seperti breakdance dan tarian bernuansa hip-hop lainnya. Padahal sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemilik tarian ini untuk melestarikannya agar tidak kemudian dilupakan.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Tarian Poco-Poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu pada tarian ini dapat kita jumpai gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia. Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an. Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Tarian Poco-Poco lalu mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat pada saat stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. Lagu Poco-Poco diciptakan oleh pencipta lagu berkebangsaan Indonesia asli Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama kala itu bernama Yopie Latul. Kaset atau CD lagu Poco-Poco pun disertai dengan gambar gerakan senam Poco-Poco. Asal Usul Penamaan Poco-Poco : Ada cerita unik tersendiri di balik terciptanya lagu Poco-Poco ini. Semua berawal dari sebuah pesta dan jamuan makan yang dihadiri oleh sang pencipta lagu, Arie Sapulette. Kala itu, Arie Sapulette terpikat pada seorang gadis yang sedang membawakan tarian tradisional daerah Yospan, Papua dan Wayase, Ambon. Spontan ia pun membuat sebuah lirik lagu dari melodi gendang yang mengiringi tarian sang gadis tersebut. Dan keterpikatannya pada gadis tersebut pun tercermin dari lirik lagu Poco-Poco yang berbunyi: Balenggang pata pata Ngana pe goyang pica pica Ngana pe bodi poco poco Cuma ngana yang kita cinta Cuma ngana yang kita sayang Cuma ngana suka bikin pusing Yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti: Jalan berlenggak lenggok Goyangan badanmu gemulai Bentuk tubuhmu indah berisi Hanya kamu yang aku cinta Hanya kamu yang aku sayang Hanya kamu suka buat aku pusing Arie Sapulette begitu terpikat dengan kegemulaian dan kelincahan gadis penari tersebut dalam membawakan tarian sehingga secara spontan ia megeluarkan kata poco poco. Dan sejak saat itu, tarian dengan melodi rentak gendang seperti yang dibawakan oleh gadis tersebut dinamakan Tari Poco-Poco. Setelah Arie pindah ke Jakarta pada tahun 1995, lagu yang ia gubah tersebut mulai populer ke seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul. Gerakan Tarian Poco-Poco Gerakan dasar Tari Poco-Poco relatif cukup mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, saking digemarinya, Tari Poco-Poco lalu dijadikan semacam senam irama oleh murid-murid sekolah di Indonesia. Gerakan tarian Poco-Poco adalah dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula. Saat ini, Tarian Poco-Poco telah berkembang dengan pesat sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka ragam, dari iringan musik Poco-Poco versi dangdut, house music (disko) sampai cha-cha. Kontroversi Pengharaman Tarian Poco-Poco di Malaysia Beberapa waktu yang lalu, Tarian Poco-Poco kembali mendapat perhatian luas setelah pernyataan sepihak negara tetangga kita yang memfatwakan haramnya Tarian Poco-Poco ini. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa Tarian Poco-Poco bukanlah berasal dari Indonesia melainkan dari Philipina. Tarian ini juga dikatakan ditarikan oleh umat Kristiani di sana sebagai prosesi ibadah mingguan yang tercermin dalam gerakannya yang membentuk tanda salib. Namun fatwa haram tersebut sebenarnya sangat tidak berdasar. Dikatakan sangat tidak berdasar karena menilik sejarah dan asal-usulnya, tarian ini adalah jelas tarian asli dari budaya Indonesia. Dibuktikan dengan tarian ini sudah ditarikan sejak lama terutama di daerah Timur Indonesia. Gerakan yang dibuat pun sama sekali tidak membentuk tanda salib melainkan membentuk delapan penjuru mata angin. Selain itu, fatwa tersebut tidak datang dari badan resmi yang boleh mengeluarkan fatwa halal haram melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyampaikan pesan tersebut melalui pesan berantai dalam email. Dari email tersebut, pesan ini kemudian meluas melalui blog-blog pribadi dan media-media online di sana. Untungnya fatwa haram tersebut tetap tidak dapat menghentikan perkembangan Tarian Poco-Poco yang kini juga mulai populer ke berbagai penjuru belahan dunia. Terbukti kini Tarian Poco-Poco mulai populer di Negara-Negara Eropa seperti Swedia, Belanda, Jerman dan lainnya. Namun sayangnya kini Tarian Poco-Poco lambat laun mulai kehilangan kepopulerannya di tempat asalnya sendiri, Indonesia. Terbukti generasi muda kini justru lebih menyukai tarian asing seperti breakdance dan tarian bernuansa hip-hop lainnya. Padahal sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemilik tarian ini untuk melestarikannya agar tidak kemudian dilupakan.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Tarian Poco-Poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama. Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu pada tarian ini dapat kita jumpai gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia. Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an. Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama. Tarian Poco-Poco lalu mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat pada saat stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. Lagu Poco-Poco diciptakan oleh pencipta lagu berkebangsaan Indonesia asli Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama kala itu bernama Yopie Latul. Kaset atau CD lagu Poco-Poco pun disertai dengan gambar gerakan senam Poco-Poco. Asal Usul Penamaan Poco-Poco : Ada cerita unik tersendiri di balik terciptanya lagu Poco-Poco ini. Semua berawal dari sebuah pesta dan jamuan makan yang dihadiri oleh sang pencipta lagu, Arie Sapulette. Kala itu, Arie Sapulette terpikat pada seorang gadis yang sedang membawakan tarian tradisional daerah Yospan, Papua dan Wayase, Ambon. Spontan ia pun membuat sebuah lirik lagu dari melodi gendang yang mengiringi tarian sang gadis tersebut. Dan keterpikatannya pada gadis tersebut pun tercermin dari lirik lagu Poco-Poco yang berbunyi: Balenggang pata pata Ngana pe goyang pica pica Ngana pe bodi poco poco Cuma ngana yang kita cinta Cuma ngana yang kita sayang Cuma ngana suka bikin pusing Yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti: Jalan berlenggak lenggok Goyangan badanmu gemulai Bentuk tubuhmu indah berisi Hanya kamu yang aku cinta Hanya kamu yang aku sayang Hanya kamu suka buat aku pusing Arie Sapulette begitu terpikat dengan kegemulaian dan kelincahan gadis penari tersebut dalam membawakan tarian sehingga secara spontan ia megeluarkan kata poco poco. Dan sejak saat itu, tarian dengan melodi rentak gendang seperti yang dibawakan oleh gadis tersebut dinamakan Tari Poco-Poco. Setelah Arie pindah ke Jakarta pada tahun 1995, lagu yang ia gubah tersebut mulai populer ke seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul. Gerakan Tarian Poco-Poco Gerakan dasar Tari Poco-Poco relatif cukup mudah sehingga sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, saking digemarinya, Tari Poco-Poco lalu dijadikan semacam senam irama oleh murid-murid sekolah di Indonesia. Gerakan tarian Poco-Poco adalah dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya, gerakan tersebut diulang-ulang. Prinsipnya adalah memutar tubuh ke seluruh penjuru mata angin lalu kembali ke tempat semula. Saat ini, Tarian Poco-Poco telah berkembang dengan pesat sehingga memiliki sekitar 50 variasi gerakan. Iringan musiknya pun menjadi beraneka ragam, dari iringan musik Poco-Poco versi dangdut, house music (disko) sampai cha-cha. Kontroversi Pengharaman Tarian Poco-Poco di Malaysia Beberapa waktu yang lalu, Tarian Poco-Poco kembali mendapat perhatian luas setelah pernyataan sepihak negara tetangga kita yang memfatwakan haramnya Tarian Poco-Poco ini. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa Tarian Poco-Poco bukanlah berasal dari Indonesia melainkan dari Philipina. Tarian ini juga dikatakan ditarikan oleh umat Kristiani di sana sebagai prosesi ibadah mingguan yang tercermin dalam gerakannya yang membentuk tanda salib. Namun fatwa haram tersebut sebenarnya sangat tidak berdasar. Dikatakan sangat tidak berdasar karena menilik sejarah dan asal-usulnya, tarian ini adalah jelas tarian asli dari budaya Indonesia. Dibuktikan dengan tarian ini sudah ditarikan sejak lama terutama di daerah Timur Indonesia. Gerakan yang dibuat pun sama sekali tidak membentuk tanda salib melainkan membentuk delapan penjuru mata angin. Selain itu, fatwa tersebut tidak datang dari badan resmi yang boleh mengeluarkan fatwa halal haram melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyampaikan pesan tersebut melalui pesan berantai dalam email. Dari email tersebut, pesan ini kemudian meluas melalui blog-blog pribadi dan media-media online di sana. Untungnya fatwa haram tersebut tetap tidak dapat menghentikan perkembangan Tarian Poco-Poco yang kini juga mulai populer ke berbagai penjuru belahan dunia. Terbukti kini Tarian Poco-Poco mulai populer di Negara-Negara Eropa seperti Swedia, Belanda, Jerman dan lainnya. Namun sayangnya kini Tarian Poco-Poco lambat laun mulai kehilangan kepopulerannya di tempat asalnya sendiri, Indonesia. Terbukti generasi muda kini justru lebih menyukai tarian asing seperti breakdance dan tarian bernuansa hip-hop lainnya. Padahal sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemilik tarian ini untuk melestarikannya agar tidak kemudian dilupakan.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Jumat, 17 Oktober 2014

E-Mail Berbasis WEB dan POP

Perbedaan e-mail berbasis WEB dengan POP :

  Berbasis WEB :

1. Berbentuk halaman WEB     
2. Dapat dibaca online / offline
3. Tidak memerlukan Client Mail
4. Bisa dibuka dimanapun
5. Kapasitas penyimpanan terbatas

  Berbasis POP :
1. Melalui Service Provider
2. Tidak terhubung ke internet
3. Perlu client mail
4. Tidak dapat membuka e-mail dari sembarang tempat karena harus mengatur ulang komputer itu
5. Kapasitas penyimpanan tidak terbatas

  Contoh e-mail berbasis POP :
1. Outlook Express
2. Microsoft Outlook
3. The Bat
4. Eudora

Operator Google

1. Renamon






2."Renamon"











3.+"Renamon"+


4.-"Renamon"-
 
 

Search Engine

1. Google
 
    kalian  pasti tahu alat pencarian yang satu ini. ya, Google adalah mesin pencarian Ranking 1 di dunia. Google dalam melakukan pencarian menggunakan konsep link popularity dan Algoritma PageRank Selain pencarian web, Google juga menyediakan jasa pencarian gambar, pencarian berita serta pencarian pada arsip USENET (newsgroup), serta direktori, seperti Yahoo! Kelemahannya terletak pada tidak tersedianya pencarian file, video, dan audio. Keunggulan Google terutama adalah pada pencarian teks, terutama dari algoritma PageRank, database-nya yang besar serta banyaknya jenis file yang diindeksnya.

2. Yahoo! Search
 
    Salah satu portal terbesar di Internet, selain MSN., dan juga salah satu mesin pencaru tertua. Halaman utamanya sendiri tidak terlalu ramah untuk pencarian, tetapi Yahoo! menyediakan search.yahoo.com untuk itu. Yahoo! menggunakan jasa Google untuk mencari informasi di web, ditambah dengan informasi dari databasenya sendiri. Kelebihan Yahoo! adalah direktorinya. Yahoo! juga menyediakan pencarian yellow pages dan peta, yang masih terbatas pada Amerika Serikat. Yahoo juga menyediakan pencarian gambar. 

3. AllTheWeb
 
    Keunggulan Alltheweb adalah pencarian file pada FTP Server. Tidak seperti web, FTP adalah teknologi internet yang ditujukan untuk menyimpan dan mendistribusikan file, biasanya program, audio atau video. Web sebenarnya lebih ditujukan untuk teks. Sejauh ini, hanya AllTheWeb yang menyediakan jasa pencarian file. 

4. MSN


    Mesin pencari dari Microsoft Network ini menawarkan pencarian baik dengan kata kunci maupun dari direktori. Pemakai Internet Explorer kemungkinan besar sudah pernah menggunakan mesin pencari ini. Situs Searchenginewatch mencatat MSN sebagai mesin pencari ketiga populer setelah Google dan Yahoo! Tak ada pencarian image, atau news. Menyediakan pencarian peta, yellow pages, white pages, pencarian pekerjaan, rumah.  

5.  AskJeeves
 
    Situs mesin pencari yang satu ini mengunggulkan kemampuannya untuk memahami bahasa manusia. Pengguna bisa menggunakan kalimat lengkap, bukan kata kunci. Situs ini berguna untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan(misal: when did world war II end?)

Cara Kerja Mesin Pencarian



1. Web Crawling

  •  merupakan alat untuk melacak dan menemukan link yang terdapat dari setiap halaman yang ditemuinya.
  •  memiliki tugas untuk menentukan perginya spider dan mengevaluasi link berdasarkan alamat yang      ditentukan dari awal.
2. Indexing
  • Indexing bekerja untuk mengurai masing masing halaman dan meneliti berbagai unsur, seperti teks, headers, struktur atau fitur dari gaya penulisan, tag HTML khusus, dll.
3. Searching 
  • Melakukan Pencarian